Penyebaran Riffaiyyah di Desa Tursino Kutoarjo

Kyai Abdurrasid dan Kyai Murtasid serta kyai Hasan Murtojo, beliau-beliau ini termasuk murid generasi pertama Syaikh Ahmad Rifa’I, mereka mendapat tugas menyebarkan ajaran rifaiyah di desa Meranti Kelurahan Tursino Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Di desa ini termasuk yang paling cepat penyebarn ajarn rifaiyah, karena didukung oleh Kades setempat yang bernama Suryoatmo. Dan puncaknya, digelarlah pengajian rutin setiap hari kamis wage, yang menghairkan pula Kyai Abu Hasan dari desa tangkilan bojong kec. Kepil wonosobo juga turut kyai abdul hamid dari karang sambu kec. Sapuran wonosobo.
Begitu pesatnya penyebaran ajaran rifaiyah, sehingga pemerintah didaerah purworejo memandang kegiatan itu merugikan pemerintah belanda, puncaknya dilaranglah pelaksanaan sholat jum’at di desa tersebut. Tragedi ini terjadi pada tahun 1895 M. waktu itu warga tidak ada yang berani melaksanakan ibadah sholat jum’at, karena takut dengan ancaman belanda, padahal masjid tersebut baru saja selesai dibangun, masjid pun kosong tanpa aktifitas, ini berlangsung lama. Akhirnya fajar terang datang juga, tepatnya tahun 1930 M, seorang kyai yang bernama H. Agus asli penduduk tursino yang merantau ke sumpiuh, dia akhirnya pulang setelah hampir 30 tahun diperantauan. Dengan perjuangan beliau ini akhirnya sholat jum’at dan kegiatan pengajian bisa di laksanakan kembali.
Setelah beliau wafat digantikan oleh Kyai Atmomiharjo bin rasidin, kemudian dilanjutkan oleh Kh. Zaenuri bin hasan, sehingga sampai sekarang ajaran rifaiyah masih hidup kian ramai, bahkan dibangun sebuah pesantren, kebanyakan murid-muridnya dari daerah wonosobo.

Comments

Popular posts from this blog

SPOT MANCING DIPURWOREJO

Sawunggalih, Awal Berdirinya Kota Kutoarjo

Sejarah Desa Semawung Daleman