Bencana Longsor di Purworejo

Bencana longsor terjadi di Desa Cepedak dan Giyombong, Kecamatan Purworejo, Jumat (20/11) malam. Akibat musibah ini, 37 rumah rusak ringan, sembilan rumah roboh, dan Desa Giyombong yang berpenduduk 285 kepala keluarga (KK) terisolir karena akses jalan tertutup longsor. Longsoran tanah tersebut berasal dari kawasan perbukitan Menoreh sebelah barat, dengan tinggi bukit berkisar 40-50 meter dari tanah. Delapan dari sembilan rumah yang roboh tersebut terdapat di Desa Giyombong, dan satu rumah lainnya di Desa Cepedak. Dari 37 rumah yang rusak ringan, sebanyak 35 rumah terdapat di Desa Giyombong, dan dua rumah di Desa Cepedak. Di Desa Giyombong, longsor juga telah merobohkan tiang-tiang listrik dan memutus saluran pipa yang dipasang warga dari sumber air di perbukitan menuju desa. Hal ini membuat listrik padam, dan seluruh warga kesulitan air bersih. Selain itu, sebanyak 49 titik longsoran juga jatuh menutupi akses yang menghubungkan antara Desa Giyombong hingga pusat kecamatan Bruno yang berjarak sekitar 20 kilometer. Satu titik longsoran bisa menutupi jalan sepanjang tiga hingga 20 meter. Kondisi ini membuat akses jalan benar-benar tertutup dan tidak dapat dilalui kendaraan apa pun, roda dua sekalipun. Desa Giyombong adalah desa terakhir di Kecamatan Bruno, yang bersebelahan dengan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Untuk menuju Kabupaten Wonosobo, mereka harus menyeberangi hutan pinus. Untuk aktivitas sehari-hari, warga biasa memanfaatkan akses jalan menuju pusat kecamatan Bruno.


Comments

Popular posts from this blog

SPOT MANCING DIPURWOREJO

Sawunggalih, Awal Berdirinya Kota Kutoarjo

Sejarah Desa Semawung Daleman