Posts

Geblek dari Purworejo

Image
Satu lagi makanan tradisional yang bisa kita jumpai di daerah Purworejo Jawa Tengah, yaitu Binggel atau dikenal juga dengan sebuatan Geblek. Makanan khas daerah Purworejo ini terbuat dari tepung tapioka yang digoreng, berwarna putih. Dari tampilannya mungkin bisa dikatakan seperti kerupuk, hanya saja karena dibuat dari tepung tapioka maka teksturnya agak sedikit kenyal dan cenderung alot bila sudah dingin. Rasa dari geblek ini adalah gurih.Geblek ini banyak dijumpai di daerah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Karena teksturnya yang kenyal, maka geblek ini akan sangat nikmat bila dinikmati dalam keadaan hangat. Biasanya untuk menyantap geblek ini akan didampingi dengan makanan khas Yogyakarta lainnya yaitu Tempe Benguk, sejenis tempe terbuat dari kacang benguk yang dimasak bacem.

Kopi Munthu, Kopinya Kutoarjo

Image
Dari dahulu kopi menjadi suatu komoditas yang banyak diminati oleh semua orang, bahkan orang-orang eropa seperti Belanda, Inggris, Portugis, Spanyol berbondong-bondong datang ke Nusantara untuk mencari kopi sebagai komoditi perdagangan mereka di benua Eropa. Kopi Indonesia sudah banyak terkenal di dunia, ada kopi gayo, kopi aceh, kopi lampung, kopi basemah, dan banyak lagi daerah-daerah di Nusantara ini yang terkenal akan kopinya. Setiap daerah mempunyai kopi yang khas, seperti halnya di Kutoarjo, sebuah kota kecil di Kabupaten Purworejo di Pesisir Selatan Jawa Tengah, para penikmat kopi bisa menjumpai kopi dengan merk "KOPI MUNTHU". Menurut cerita warga setempat, kopi Munthu sudah ada sejak tahun 1950-an. Kopi ini banyak beredar di wilayah Purworejo bagian barat, yaitu Kutoarjo. Kebanyakan dijual di toko-toko penyedia obat-obat Cina. Karena memang di situlah tempat diproduksinya kopi ini. Kemasan Kopi Muntu berbeda dengan produk kopi lainnya. Serbuk kopi dikemas de...

Bagelen Pusat Opium di jaman Belanda

Pelaksanaan sistem tanam paksa sebagai wujud politik ekonomi kolonial mendapat perlawanan sengit didaerah Bagelen. Sementara di sisi lain sebagai kawasan baru yang masuk dalam kekuasaan Belanda, kemudian muncul perdagangan opium. Opium merupakan komoditi monopoli Pemerintah Kolonial Belanda, yang sudah ada sejak abad ke-17 pada zaman VOC. Pada saat itu opium sudah menjadi komoditi penting di tanah Jawa sebab ada di bawah berbagai perjanjian antara Pemerintah Hindia Belanda dan para penguasa pribumi. Perdagangan opium Belanda di Jawa ada sesudah perjanjian 1677, menurut perhitungan J.C Baud yang dikutip James R Rush dari tahun 1619-1799 setiap tahun resminya, VOC membawa rata-rata 56.000 kg opium mentah ke pulau Jawa, namun jumlah opium ilegal yang diselundupkan diduga jauh lebih besar.