Search This Blog

Friday, August 9, 2013

Produk Unggulan dari Purworejo

Kabupaten Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan Ibukota Kabupaten berada dikotaPurworejo. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang di bagian Utara, Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) di bagian Timur, Samudra Hindia di bagian Selatan, serta Kabupaten Kebumen di bagian Barat.

Purworejo sendiri berjarak sekitar 518 km bila ditempuh dariJakartadan berjarak 125 km bila di tempuh dari Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah di Semarang.  Kabupaten ini terdiri atas 16 kecamatan, yang dibagi lagi atas 469 desa dan 25 kelurahan.
Bila ditinjau dari kondisi Geografisnya, bagian Selatan wilayah Kabupaten Purworejo merupakan dataran rendah. Bagian Utara berupa wilayah pegunungan yang merupakan bagian dari Pegunungan Serayu. Di perbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat wilayah pegunungan yakni Pegunungan Menoreh.
Purworejo juga berada di atas jalur utama lintas selatan Pulau Jawa. Kabupaten ini menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah di bagian Barat yang juga dilintasi jalur kereta api, dengan stasiun terbesarnya di Kutoarjo.
Mengunjungi Purworejo sangatlah mudah, dan dapat dikunjungi dengan berbagai pilihan moda transportasi, baik darat maupun udara. Dari Jakarta misalnya, dapat ditempuh dengan Bus maupun Kereta Api. Bila ditempuh dengan bus harganya berkisar antara Rp 75 ribu – Rp 150 ribu, dan bila di tempuh dengan kereta api harganya berkisar antara Rp 160 ribu – Rp 250 ribu.
Karena wilayahnya sebagai jalur penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, ada banyak pilihan akomodasi mulai dari hotel kelas melati hingga hotel berbintang yng tersedia di wilayah kota Purworejo dan Kutoarjo. Anda dapat menginap dengan pilihan harga antara Rp 100 ribu – Rp 300 ribu per malam. Salah satunya adalah Hotel Sanjaya Lin di jalan Tentara Pelajar No.234      atau Hotel Ganesha di Jalan Kol Sugiono No.62.
Di bidang industri, Purworejo memiliki banyak industri kecil menengah yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Beberapa diantaranya bahkan telah dieksport ke sejumlah negara seperti Malaysia, Brunai Darusalam, Dubai, dan Belanda melalui eksportir di wilayah Kulonprogo. 

Usaha-Usaha Yang Sedang Berkembang di Kabupaten Purworejo
Melalui dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengahnya, Kabupaten Purworejo terus bergeliat untuk mengembangkan potensi wilayahnya. Pengembangan UMKM yang tersebar disejumlah wilayah dilakukan dengan memberi bantuan permodalan, pelatihan dan mengikutsertakan UMKM dalam pameran di beberapakotasepertiJakarta,Semarang,Jogjakartadan Solo. Potensi unggulan yang dimiliki Purworejo terlihat dari kian berkembangnya usaha Agrobisnis Gula Kelapa dan Lanting, Industri Kerajinan Sangkar Burung, Industri pembuatan Sepatu Kulit dengan sentra terbesarnya yakni Sentra Mebel Bambu.

 A.    Gula Kelapa
Gula kelapa temasuk salah satu industri agro unggulan yang memiliki potensi besar di daerah Purworejo Jawa Tengah.  Selain aromanya yang wangi, kualitas gula kelapa ini juga menjadi tujuan bisnis yang cukup prospek bagi bangsa-bangsa Eropa salah satunya adalah Belanda. Pasalnya, setelah melalui beberapa tes laboratorium, ternyata gula kelapa di daerah Purworejo ini benar-benar murni dari hasil olahan produk herbal, tanpa pemutih dan tanpa memakai bahan kimia sedikitpun. Jadi wajar jika permintaan gula kelapa asal Purworejo saat ini terus mengalami peningkatan tiap bulannya, bahkan para pelaku usahanya sampai kewalahan memenuhi lonjakan permintaan.

Sentra gula kelapa ini tepatnya berada di Desa Tursino Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Sentra di daerah tersebut sudah ada sejak tahun 1990 an, dimana saat ini sedikitnya ada sekitar 80 orang lebih pengusaha gula kelapa di kecamatan tersebut. Salah satunya adalah Kluster Gula Kelapa Gendis Manis milik Bapak Priyono, yang memulai bisnis gula kelapa ini sejak tahun 1997. Meski bukan perintis awal usaha  gula kelapa di Purworejo, namun Priyono menegaskan bahwa perkembangan gula kelapa terus mengalami peningkatan yang drastis khususnya di wilayah Jawa Tengah danYogyakarta.

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi ketua Asosiasi Kelompok Karya Tani dengan lokasi usaha di Rt.01/03 Desa Tursino Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo  ini juga tidak pernah merasa kebingungan dalam hal pemasaran gula kelapa olahannya, karena setiap sore hari para distributor baik perorangan maupun kelompok regional (distributor kota dan kabupaten lainnya,-red) menjadi pelanggan setia Priyono. Orang-orang inilah yang kemudian memasarkan kesejumlah wilayah pemasaran, seperti Kebumen, Purwokerto,Semarang, Solo, Yogyakarta,Jakarta bahkan beberapa suplier juga mengekspornya ke luar negeri secara tak langsung melalui eksportir pengepul di Kulonprogo.

Gula kelapa ini ditawarkan dengan harga Rp 12.5 ribu/kg, namun jika pembelian dilakukan dalam skala besar atau grosir maka akan mendapatkan potongan harga 2-5 % dengan minimal pembelian sebanyak 50 kg. Dalam 1 hari, Priyono mampu menghasilkan 1 kwintal gula kelapa, sehingga rata-rata produksi kluster di sentra tersebut mencapai 2 ton setiap harinya.

Keuntungan yang didapatkan dari usaha gula kelapa juga cukup menggiurkan. Tiap pelaku usaha mampu mendapatkan 30-50 % keuntungan tiap kg-nya. Keuntungan tersebut didapatkan dari penekanan biaya pengeluaran, sebab rata-rata pelaku usaha memiliki kebun kelapa yang mampu menghasilkan nira kelapa setiap hari. Belum lagi, tiap kluster juga mempekerjakan 6-10 orang tenaga dengan upah harian sebesar Rp 40 ribu. rata-rata tiap pekerja di beri upah sebesar Rp 1 juta tiap bulannya.

Untuk mendapatkan gula kelapa produksi Purworejo ini juga sangat mudah, yakni mendatangi langsung para pengusaha tersebut atau menghubungi melalui telepon. Pembelian minimum untuk pembelian luarkotabiasanya sebanyak 50 kg, dengan besarnya ongkos pengiriman ditanggung sepenuhnya oleh pembeli.

 B.     Lanting
Sentra Lanting ini berada di desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo yang terletak sekitar 10 km arah selatanKotaatau tepatnya di perbatasan Purworejo – Kulonprogo Yogyakarta. Sentra Lanting ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dimana, saat ini usaha pembuatan Klanting asli Purworejo menjadi usaha keluarga turun-temurun. Bahkan, saat ini hampir 30% dari masyarakat Kecamatan Bagelen ini memfokuskan mata pencahariannya dengan memproduksi Lanting. Selain menjadi khas cemilan daerah Purworejo, Lanting juga menjadi salah satu produk kebanggaan tersendiri masyarakat Purworejo.

Salah satu yang mewarisi usaha Lanting milik orang tuanya adalah Panggih Riharsono di Desa Bugel Rt.03/03 No.10 Kecamatan Bagelen kebupaten Purworejo. Usaha yang dibantu oleh 23 orang karyawan tersebut mampu menghasilkan hingga 3 kwintal Lanting. Namun, besarnya penjualan dalam satu hari biasanya hanya mencapai 1 kwintal Lanting dalam bentuk kemasan.
Lanting merupakan makanan ringan yang terbuat dari ketela yang bahan bakunya didapat dari wilayah Purworejo, Wonosobo dan Bantul. Namun, banyak dari para pelaku usaha yang mengambil bahan utama dari wilayah kecamatan Bagelen karena rasanya yang khas. Yang membedakan Lanting Purworejo dengan Lanting lain misalnya Kebumen terdapat pada bentuknya yang bulat menyerupai bentuk cincin, sedangkan daerah lain biasanya berbentuk bulat angka delapan. Rasa Lanting Purworejo juga cukup khas, yakni gurih.

Lanting yang disuguhkan Kabupaten ini tersedia dalam berbagai merek, seperti yang diproduksi Panggih misalnya, Lanting Yukas dan Lanting Cacah.  Untuk harga, bisanya berbeda-beda, Lanting Yukas dijual dari harga Rp 5 ribu – Rp 9 ribu tergantung besar kecilnya kemasan. Sedangkan untuk Lanting Cacah dijual dengan harga Rp 15 ribu per kg. Kemasan Lanting juga bermacam-macam, namun yang paling disukai adalah kemasan plastik dan bambu yang dibuat seperti kemasan kembang gula dan dikemas dengan plastik dengan menggunakan tali bambu.

Wilayah pemasaran Lanting juga tak hanya di wilayahkotaPurworejo saja namun juga meliputi daerahYogyakarta, Kebumen, dan Solo. Untuk lebih memasarkan produk Lanting, biasanya para pelaku usaha juga mengikuti pameran di beberapakotasepertiJakarta,Bandung,Semarang, Yogyakarta Surabaya danMalang. Para produsen Lanting biasnya menawarkan produknya ke beberapa penjual oleh-oleh dikotaPurworejo maupun di beberapakotatetangga lainnya seperti Kulonprogo, Kebumen Wonosobo dan lain sebagainya. Sistem penjualan yang diterapkan oleh produsen adalah sistem titip jual dengan pembagian keuntungan sebesar 20%.

Jika ingin mendapatkan Lanting Purworejo dalam skala besar bisa datang langsung ke desa Bugel kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo, atau juga dengan pemesanan melalui telepon dengan biaya pengiriman ditanggung sepenuhnya oleh pembeli.

 C.    Kerajinan Sangkar Burung
Jenis usaha yang satu ini adalah usaha yang sangat Booming di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Bagaimana tidak, permintaan sangkar burung di Purworejo sendiri dalam satu hari mencapai 100 buah per harinya. Belum lagi, untuk permintaan wilayah Jawa Tengah yang besarnya mencapai 100 buah per hari.

Adalah Salman dengan workshop di Desa Wirun Rt.01/08 Kutoarjo, Purworejo yang juga merupakan salah satu dari 40 UMKM yang bergerak dalam usaha pembuatan Sangkar Burung di Purworejo. Jenis usaha Sangkar Burung di Kabupaten Purworejo sendiri merupakan usaha turun-temurun yang telah ada sejak tahun 1960an. Sentra pembuatan Sangkar Burung ini berada di Desa Wirun Kutoarjo, Purworejo.

Rata-rata tiap pelaku usaha dibantu sebanyak 5 – 10 orang tenaga kerja, sehingga dalam satu hari kapasitas produksi mencapai 15 pcs. Pembuatan Sangkar Burung di Purworejo sendiri tergolong unik, karena produk yang dibuat dalam bentuk costumized sesuai dengan permintaan pelanggan. Biasanya bentuk Costumized disesuaikan jenis bahanbaku maupun penambahan ukiran dari bentuknya. Lama waktu pengerjaan pesanan coztumized biasanya tak lebih dari 2 hari.
Bahanbakuyang dipergunakan dalam pembuatan Sangkar Burung juga beragam, seperti mulai dari Rotan, Kayu Papan, dan Kayu Waru. Untuk satu pekerja biasanya hanya mampu menghasilkan 2 – 3 pcs produk dalam satu hari, tergantung dari tingkat kesulitan produk.
Bentuk Sangkar burung biasanya tergantung dari model yang ditawarkan. Tiap pelaku usaha biasanya membuat minimal 21 jenis model yang dapat dipesan dengan tambahan ukiran maupun bahan bakunya. Misalnya saja Model Mataraman, yakni sangkar burung dengan bentuk menyerupai galon air. Biasanya produk jenis ini berbeda-beda jenis atapnya.Adayang terbuka dan ada pula yang sengaja ditutup dengan anyaman rotan.

Harga yang ditawarkan juga beragam, tergantung dari jenis dan model pesanan. Harga sangkar burung polos yang ditawarkan biasanya berkisar antara Rp 13 ribu – Rp 235 ribu per pcs. Sedangkan untuk produk dengan penambahan pernis maupun pewarnaan biasanya dikenai tambahan biaya sebesar Rp 25 ribu – Rp 50 ribu.

Selain dipasarkan melalui pameran, para pengrajin Sangkar Burung ini biasanya memamerkan produknya saat lomba kicau burung berlangsung di beberapakota. Penjualan secara langsung juga dilakukan, sebab para penghobi burung biasanya mendatangio langsung melalui infor masi di komunitas yang digemarinya tersebut.

Penyebaran produk Sangkar burung buatan Purworejo ini selain sudah menjangkau wilayah Pulau Jawa juga tersebar ke beberapa wilayah di pulai lain, seperti Lampung, Padang di Sumatera,Bali, Makasar dan Madura.

Untuk mendapatkan produk Sangkar burung biasanya pembeli mendatangi langsung para pengrajin. Hal ini diwajibkan bagi pembeli costumized guna mendapatkan penggambaran bentuk dan model sesuai dengan yang diinginkan. Namun bagi pembeli yang menginginkan bentuk standar pembalian dapat dilakukan melalui telepon. Banyaknya jumlah pemesanan tidak ditargetkan oleh produsen, namun besarnya biaya pengiriman sepenuhnya ditanggung pembeli.

 D.    Sepatu Kulit
Perkembangan fashion dikota besar sepertiJakarta, rupanya dilirik oleh sebagian besar pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Purworejo. Sedikitnya terdapat 20 – 30 orang pelaku usaha yang memfokuskan dirinya dalam bidang usaha pembuatan sepatu berbahan kulit. Para pelaku usaha tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten dengan sentranya berada di Kecamatan Loano yang berjarak sekitar 8 km di Utara PusatKota.

Usaha ini memang tergolong baru di Purworejo. Adalah Wartono penggagas usaha pembuatan Sepatu berbahan kulit di tahun 2002. Usaha yang dirintisnya tersebut kini menjadi sentra. Lokasi usahanya berada di Jalan Wonosobo KM 1 Rt .01/05 Desa Maron Kecamatan Loano, Purworejo.
Pemasaran produk Sepatu Kulit buatan Wartono dan para pengrajin lainnya dilakukan dengan mengikuti pameran UMKM di Jakarta danSemarangyang di fasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Purworejo. Selain dipasarkan dengan jalan pameran, produk Sepatu Kulit tersebut juga di jual melalui tenaga penjual yang menjajakan produk secara langsung kepada masyarakat. Tenaga pemasar tersebut tersebar di sejumlahkotadi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur seperti Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta, Magelang,Semarang, Madiun,Kediri,MalangdanSurabaya.
Bahanbakukulit yang digunakan merupakan bahan kulit asli yang terbuat dari kulit sapi yang didapatkan dari kotaSurabaya,Bandung, danSemarang. Untuk lebih memperkenalkan produknya, Wartono mematenkan merek dagangnya melalui dinas Perdangangan daerah dengan nama NewParadise.

Produk yang ditawarkan berupa Sepatu Kulit Pria dan Wanita, Sepatu Sendal Pria Wanita, Sepatu Boot Pria, dan High Heels. Harga yang ditawarkan juga bervariasi untuk penjualan melalui tenaga penjual sepatu pria berkisar antara Rp 150 ribu – Rp 200 ribu per pasang, untuk sepatu wanita Rp 100 ribu – Rp 125 ribu per pasang, sepatu sendal pria Rp 100 ribu – Rp 160 ribu per pasang, sepatu sendal wanita Rp 120 ribu – Rp 140 ribu per pasang. Sedangkan untuk pembelian secara tunai biasanya dikenakan potongan sebesar Rp 10 ribu.

Tiap produk yang dibuat Wartono dilengkapi dengan kemasan kotak kardus sepatu yang dimakloonkan di salah satu makloon packing kardus di purworejo. Harga makloon untuk 1 kardus sepatu lengkap dengan merek harganya Rp 3 ribu per pcs.
Kapasitas produksi Wartono dalam satu hari mencapai 80 pasang produk. Untuk dapat memenuhi kapasitas produksi tersebut, Wartono dibantu oleh sedikitnya 20 orang tenaga kerja yang diberi upah borongan tiap pasang sepatu sebesar Rp 8 ribu. Jadi rata-rata pekerja diberi upah sebesar Rp 1 juta tiap bulannya.

Untuk dapat membeli produk sepatu kulit asal purworejo ini, cukup dengan menghubungi para pelaku usaha baik secara langsung maupun menghubungi melalui telepon yang tersedia. Pembayaran untuk pesanan luarkotabiasanya dilakukan secara tunai dengan besarnya biaya pengiriman ditanggung sepenuhnya oleh pembeli.

No comments:

Post a Comment